Asuransi axa no 1 dunia terbaik

Marketing Online

line red
Direct : 021 2227 3104
Mobile: 0851 051 88999
(Pengajuan Baru & Group)

Perpanjangan Polis Tahunan

line red
Dapatkan Perpanjangan asuransi travel / asuransi perjalanan untuk perjalanan liburan maupun bisnis, Untuk memperpanjang polis asuransi perjalanan AXA Smart Traveller tahunan (annual) yang akan jatuh tempo
klik disini

Klaim Online

line red
Dapatkan Kemudahan Melaporkan Klaim kapanpun dan dimanapun Anda Berada

klik disini

Alarm Center

line red
(khusus Klaim) Layanan bantuan 24 jam per hari - 365 hari per tahun telah didedikasikan untuk melayani nasabah AXA Smart Traveller.

24 jam Alarm Centre :
(62-21) 299 78 999 (collect call)

Layanan Global AXA-Traveller:

Australia :
1800-352028
France : 0800-909825
Hongkong : 800-901536
Singapore : 800-6211105
Unite State : 888-6564234

Beli Online

asuransi mobil diskon 15

Asuransi kesehatan AXA

 

Butuh Asuransi Lain

Who's Online

Kami memiliki 33 guests dan tidak ada anggota yang online

Jika kamu berencana mengunjungi negara-negara selain Asia Tenggara, apalagi ke Eropa dan Amerika, tentunya kamu membutuhkan visa atau dokumen izin memasuki negara yang bersangkutan secara legal. Pengurusan visa memang terbilang rumit dan mungkin saja kamu harus bolak-balik mendatangi Kedutaan negara yang bersangkutan. Nah, gimana kalau kamu mau mengunjungi banyak negara di Eropa, mengingat transportasi antar negara di benua ini memang sangat mudah?

Tenang aja, travelers. Jika tujuan kamu adalah negara-negara seperti Prancis, Italia, Belanda, Jerman, Austria, Spanyol, Swiss, Lichtenstein, Belgia, Yunani, Finlandia, Estonia, Slovenia, Slovakia, Republik Ceko, Denmark, Islandia, Hungaria, Latvia, Luxembourg, Malta, Polandia, Portugal, Norwegia dan Swedia, kamu hanya perlu mengurus satu visa. Ini karena negara-negara tersebut masuk dalam satu wilayah yang disebut Schengen.

Oya, kalau kamu jeli, kamu pasti menyadari bahwa Inggris dan Irlandia tidak masuk dalam wilayah Schengen. Jadi, kalau kamu berencana ke dua negara ini, pengurusan visanya di kedutaan masing-masing ya.

Membayangkan mengurus visa, apalagi ke begitu banyak negara, tentunya membuat kamu pusing duluan ya, travelers. Tapi, sebenarnya gak perlu pusing kok. Selama kamu melakukan perencanaan perjalanan dengan baik dan menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, sebenarnya mengurus visa Schengen tidak semenakutkan bayangan.

Proses visanya di kedutaan mana?

Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah itinerary atau rencana perjalanan kamu, travelers. Pasalnya, ini akan berkaitan erat dengan lokasi pembuatan visa. Visa Schengen bisa diproses di kedutaan negara tempat kamu menghabiskan waktu paling lama. Jadi, misalnya kamu berencana traveling ke Prancis (2 malam), Belanda (4 malam), Jerman (2 malam) dan Italia (3 malam), maka kamu harus mengurus penerbitan visa di Kedutaan Belanda.

Tapi, kalau kamu membagi rata durasi traveling di tiap negara (misalnya 2 malam untuk semua negara), pembuatan visa dilakukan di negara pertama yang akan kamu kunjungi.

Kalau Pegipegi merangkum dari pengalaman yang di-share traveler-traveler lain, proses pembuatan visa Schengen di Kedutaan Belanda adalah yang paling tidak rumit. Bahkan, jika dokumen kamu lengkap dan tidak ada masalah, visa bisa langsung kamu dapatkan hari itu juga lho!

Dokumen yang dibutuhkan

Ini dia daftar dokumen yang harus kamu siapkan untuk mengurus visa Schengen. Catat ya, travelers!

  1. Formulir permohonan Visa Schengen (bisa langsung diunduh di website kedutaan negara-negara wilayah Schengen ataupun pihak ketiga yang ditunjuk kedutaan)
  2. Dua pas foto berwarna ukuran 3,5 cm x 4,5 cm dengan latar belakang putih. Kalau kamu lupa membawa pas foto, biasanya di setiap kedutaan menyediakan fasilitas pembuatan pas foto, tapi tentu saja dengan harga yang lebih mahal dibandingkan di luar kedutaan
  3. Tiket pesawat PP dari dan kembali ke Indonesia
  4. Asuransi perjalanan (asli dan salinan)
  5. Konfirmasi booking hotel (sebaiknya kamu meminta email konfirmasi langsung dari hotel yang bersangkutan, bukan hanya email itinerary dari online travel agent). Oh ya, reservasinya pun harus sudah dibayar atau digaransi dengan kartu kredit ya
  6. Bukti keuangan berupa surat keterangan dari bank (asli dan salinan) dan copy mutasi buku tabungan selama 3 bulan terakhir. Perlu dicatat, kamu setidaknya harus menyimpan minimal dana 34 euro per hari. Jadi kalau kamu akan bepergian selama 10 hari, kalikan saja dengan 34 euro, itulah jumlah minimal tabungan yang harus kamu miliki
  7. Surat keterangan perusahaan untuk karyawan yang menyatakan kamu akan kembali bekerja di Indonesia dan tidak mencari pekerjaan di Eropa (harus berbahasa Inggris)
  8. SIUP atau surat izin usaha untuk kamu yang memiliki perusahaan
  9. Slip gaji asli 3 bulan terakhir untuk karyawan, dan harus ada terjemahan dalam bahasa Inggris
  10. Kartu Keluarga (asli dan salinan)
  11. Paspor terbaru dengan minimal masa berlaku 6 bulan (asli dan salinan)
  12. Paspor lama (kalau ada), asli dan salinan
  13. Kalau kamu bepergian untuk bekerja, lampirkan surat undangan dari sponsor di negara yang bersangkutan. Isi surat harus menjelaskan latar belakang hubungan pekerjaan, maksud kunjungan serta keterangan mengenai siapa yang membiayai perjalanan maupun akomodasi selama di sana
  14. Kalau kamu bepergian untuk mengunjungi keluarga atau teman, lampirkan juga surat undangan serupa. Biasanya surat undangan bisa diperoleh di kota mereka masing-masing

Untuk kamu yang bepergian bersama anak-anak, kamu harus menyertakan akte kelahiran asli dan salinan serta terjemahannya dalam bahasa Inggris, akte nikah orangtua dari anak-anak tersebut serta surat keterangan dari sekolah asli dan salinan.

Biaya visanya berapa?

Kamu harus menyiapkan 60 euro per orang untuk usia 12 tahun ke atas dan 35 euro per orang untuk usia 6-12 tahun. Dibayarnya dalam bentuk rupiah ya, travelers, jadi harga visa bisa berubah-ubah sesuai kurs yang berlaku. Kalau kamu membawa anak usia di bawah 6 tahun, kamu tidak perlu membayar visa, alias gratis!

Prosedur

Umumnya, proses aplikasi visa Schengen dilakukan mulai dari 90 hari hingga 30 hari sebelum tanggal keberangkatan. Kamu bisa mengisi aplikasi online di website kedutaan ataupun pihak ketiga yang mereka tunjuk dan membuat janji interview untuk penyerahan semua dokumen. Jadwal interview biasanya akan dikirim melalui email.

Berdasarkan peraturan baru sejak Oktober 2013 lalu, setiap orang berusia di atas 12 tahun wajib datang langsung ke kedutaan untuk interview serta pengambilan data lain seperti sidik jari dan foto. Kalau kamu berencana pergi sekeluarga, biasanya hanya kepala keluarga yang dipanggil wawancara, meskipun anggota keluarga lain yang berusia 12 tahun ke atas tetap harus datang untuk diambil datanya.

Nah, sebelum memasuki ruang interview, dokumen kamu akan diperiksa. Jadi, pastikan semua dokumen yang diperlukan sudah kamu bawa semua ya. Kalau sampai ada yang tertinggal, mau tidak mau kamu harus mengatur waktu pertemuan lagi.

Pertanyaan yang diajukan dalam interview sebenarnya tidak rumit. Kamu hanya harus menjelaskan tujuan datang ke wilayah Schengen (wisata/kerja/lainnya), rencana atau itinerary perjalanan, bepergian dengan siapa dan sebagainya. Yang penting kamu harus menjawab pertanyaan dengan jujur agar tidak bermasalah jika nantinya pihak kedutaan menemukan ada perbedaan dalam interview dan dokumen yang dilampirkan.

Proses approval visa Schengen biasanya mencapai 10-15 hari kerja. Tapi, berdasarkan pengalaman traveler yang mengajukan visa di Kedutaan Belanda, visa bisa diterbitkan hanya dalam satu hari lho.

 

sumber :
https://www.pegipegi.com/travel/gimana-sih-cara-mengurus-visa-schengen/